Hal-Hal Mendasar Yang Membuat Kalian Gagal di SNMPTN, SBMPTN, SBMPN, dan Ujian Mandiri, Nomor 5 Bikin Kaget

Siapa sih yang ingin gagal? tentu hampir semua orang di belahan dunia manapun tak ingin apa yang sudah dikerjakan dan dicita-citakan akan mengalami kegagalan. Termasuk dalam menjalani tes/seleksi masuk perguruan tinggi. Namun dikarenakan daya tampung tak sebesar jumlah siswa, maka bisa dipastikan yang gagal lebih banyak daripada yang diterima. Nah bagi yang sudah pernah gagal pasti akan menjadi pengalaman berharga. Namun bagi yang belum pernah, optimisme masih berkibar-kibar. Merasa yakin bahwa akan diterima. Ingat ya... optimisme yang kebablasan membuat kita lupa keadaan diri kita. Optimisme kebablasan sama dengan haluu😂. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan kalian dalam seleksi masuk perguruan tinggi:

1. Ego. Ego ini termasuk faktor internal. Entah karena hanya ingin merasa hebat pada dirinya atau dihadapan ortu, gebetan, pacar, teman,  dll maka pilihan jurusan dan kampusnya yang hebat-hebat. Jurusan dan kampus yang peminatnya buanyak. Padahal dari kemampuan sebenarnya dan daya dukung sekolahnya tidak sampai untuk meraih jurusan yang dipilihnya. Apalagi kalau sudah bilang kalau nggak jurusan favorit Anu di kampus favorit Anu "nggak", siap-siap saja gan... merasakan pahitnya ditolak😆.

2. Minder. Merasa minder untuk memilih jurusan biasa-biasa yang sesuai dengan kemampuannya. Si A yang rangkinnya di bawahmu saja berani memilih teknik A di kampus yang the best, masak kamu enggak. Sini tak bilangin gaes... hidupmu yang menentukan ya dirimu sendiri bukan temanmu, omongan orang atau perasaan orang lain. Jurusan hanya daya dukung kamu untuk sukses, masih banyak faktor lain di diri kamu untuk sukses. Apa yang diterima di kampus biasa nggak bisa sukses? he he aku kasih jawaban ya berdasarkan pengalaman, mereka (teman SMA) yang kuliahnya di kampus yang tidak sefavorit saya banyak yang lebih sukses. 
3. Rasa Malas. Sudah tahu mau memilih jurusan favorit, tapi usahanya gak mau keras, gak mau belajar dengan cerdas, nongki-nongki terus ya haluuu😅. Usaha berbanding dengan hasil gaes. Ini usaha beneran ya bukan merasa sudah berusaha beneran. Beda itu. Rajin belajar dan rajin mengukur dengan ikut-ikut try out. Hasilnya dibandingkan dengan passing grade kira-kira sudah mumpuni belum dengan jurusan yang akan dipilih. Bukan hanya ig storynya saja yang penuh dengan try out ini, try out itu. Carilah feed backnya dengan membandingkan passing gradenya. Ini loh model belajar yang bisa kalian terapkan yaitu ATMU.

4. Tak punya rencana yang baik. Semaikin banyak seleksi yang diikuti semakin besar peluang untuk diterima. Dengan syarat usahanya sudah benar. Semakin banyak tes seleksi yang diikuti semakin banyak uang yang dikeluarkan untuk pendaftaran. Buatlah rencana-rencana mengenai tes seleksi yang akan diikuti. Contoh :
1. SNMPTN/SBMPTN (boleh dua-duanya)
2. PPKB UI/ PSSB UNDIP/USMI IPB (pilih 1)
2. Simak UI/UM UGM/UM UNDIP (Pilih salah satu)
3. Ujian Mandiri UNSOED/UB/UNNES/UNJ/UNSIKA (pilih 2)
4. SBMPN
5. Ujian Mandiri Politeknik

Nah kalian bisa membuat alur pilihan tes seleksi seperti itu, dan juga bisa mengetahui besaran biaya pendaftarannya. Mengenai pemilihan jurusan, kan biasanya boleh lebih dari satu jurusan, kalian bisa mengakalinya dengan pilihan 1 untuk jurusan yang disenangi dan pilihan 2 jurusan cadangan yang nggak favorit.

5. Ortu. Iya orang tua kita bisa membuat kita tidak diterima. Masak sih mana ada orang tua yang ingin anaknya gagal. Nah begini, ada beberapa orang tua yang memiliki ego juga. Ego agar anaknya bisa diterima di kampus favorit dengan jurusan yang favorit, dengan harapan anaknya sukses. Tentu tak ada yang salah dengan harapan ini. Yang masalah adalah jika kemampuan kalian dan daya dukung sekolah kalian tidak mampu menyamai ekspektasi orang tua. "Saya nggak boleh kuliah di kampus ini kata orang tua saya", "kampus itu kurang bagus kata orang tua saya", sering saya mendengar keluhan seperti ini. Sebagai penyandang dana kita nanti kuliah, sulit kita menolaknya ya kan? cobalah untuk nego. Bilang saja selalu ada hal-hal yang tidak terduga di seleksi atau hasil ujian. Buat pilihan 1 pilihan orang tua, dan pilihan 2 pilihan sesuai kemampuanmu. Jangan pilihan 1 pilihan ortumu dan pilihan 2 pilihan egomu lho ya😖. Bicara baik-baik dengan orang tuamu. Yang akan bertempur adalah kamu, orang tua hanya menyediakan "senjata".

Tidak ada yang menjamin 100% kamu diterima di seleksi-seleksi tersebut, yang ada hanya memperbesar peluang diterima. Mengetahui kemampuan diri sendiri yang sebenarnya dan menyesuaikan pilihan jurusannya adalah mutlak untuk memperbesar peluang diterima. Petakan dirimu, sekolahmu, kemampuanmu agar bisa memilih jurusan yang kira-kira bisa diterima. Sulit sih jika jurusan yang peluang diterimanya besar namun tidak sesuai dengan keinginan. Ya bernegolah dengan diri sendiri, bingung tidak diterima jauh lebih susah daripada bingung ketika mau daftar ulang atau tidak ketika sudah diterima. Semoga beruntung kawan😎 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hal-Hal Mendasar Yang Membuat Kalian Gagal di SNMPTN, SBMPTN, SBMPN, dan Ujian Mandiri, Nomor 5 Bikin Kaget"

Posting Komentar